palestina Vs Israel

Palestina vs Israel  Sepekan sudah kebiadaban Zionis Israel meluluh lantakan kota Gaza, sudah 700 lebih nyawa rakyat Palestina terenggut, belum lagi rumah, tempat ibadah, rumah sakit dan fasilitas umum lainnya yang telah dihancurkan oleh kekejam tentara Israel. Ironis memang disaat masyarakat dunia tengah menjerit karena krisis global Israel malah dengan sombongnya memamerkan kekuatan senjatanya untuk menghancurkan sebuah kota kecil. muncul dalam benak kita ” Apa yang dinginkan oleh bangsa kera (Israel) ini?”. Kalau kita lihat lebih dalam alasan sebenarnya adalah bukan HAMAS yang ingin dihancurkan tapi umat Islam lah yang menjadi target (meskipun pada kenyataannya banyak non muslim yang menjadi korban). Memang ada pendapat dari beberapa tokoh masyarakat yang menyatakan bahwa konflik Palestina bukanlah konflik agama tapi murni tragedi kemanusiaan. Tapi kita harus ingat bahwa Israel (Yahudi) dan sekutunya sudah digariskan untuk menghancurkan kaum muslim dan menjadi penentang utama dalam kebijakan yang pro Islam.  Bagi sebagian umat Islam hal ini sebenarnya sudah diketahui jauh sebelumnya karena didalam AlQur’an sendiri sudah jelas bahwa orang Yahudi adalah golongan yang paling keras permusuhannya melawan kaum Muslim sebagaimana yang terkandung dalam salah satu ayat yang menerangkan bahwa:  “Sesungguhnya kalian pasti akan mendapati orang-orang yang paling        keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-        orang Yahudi dan orang-orang musyrik (QS Al-Maidah [5]:82)”.  Kita ingat bahawa ketika zaman Rasulullah SAW, Beliau pernah membersihkan kaum Yahudi ketika mereka mencoba untuk melecehkan seorang Muslimah, apakah hal ini tidak bisa kita jadikan sebagai teladan yang baik. Rasulullah saja berani bertindak cepat hanya karena seorang wanita yang dilecehkan oleh kaum yahudi, kenapa kita tidak berani bertindak ketika gerombolan bangsa kera melecehkan jutaan kaum Muslim Palestina yang diantaranya wanita dan anak-anak, belum cukupkah kita melihat air mata saudara-saudara kita, belum cukupkah kita melihat kaum Muslim Palestina dibantai. Semoga momen ini menjadi titik awal kebangkitan kaum Muslim sebagaimana yang telah dijanjiakan Allah kepada hamba-hambanya yang beriman. “Perlu engkau ketahui hai bangsa penjajah, sesungguhnya bukanlah hati Kaum Muslim palestina yang engkau sakiti dan bukan pula Muslim Paalestina yang engkau lecehkan, tetapi engkau telah menyakiti hati Kaum Muslim engkau telah menginjak-injak harga diri kaum muslim di seluruh dunia, perang yang engkau kobarkan kebencian yang engkau tebar adalah bara bagi kami untuk mengobarkan semangat jihad, semangat membela saudara kami dan semangat mebela agama kami (pen.).”  Ditengah keputus asaan yang mendera Muslim Palestina dan ditengah jeritan Rakyat palestina yang meminta perlindungan saudaranya, sungguh ironi sekali para pemimpin negara-negara Islam hanya berdiam diri dan bersembunyi di bawah ketiak bangsa penjajah (Amerika). Mereka takut untuk mengambil resiko, mereka takut dicap sebagai pemimpin yang membela kepentingan teroris. Ketakutan pemimpin Negara Islam sebenarnya merupakan hasil dari campur tangan Amerika dan sekutunya, bagaimana tidak selama ini Amerikalah yang telah membentuk dan membesarkan nama mereka dengan bentuk bantuan-bantuan sosial, ekonomi, dan pendidikan, sehingga para pemimpin Negara Islam tidak mau melawan negara yang telah membesarkan nama mereka. Sejauh ini memang ada usaha perdamaian yang diupayakan oleh negara-negara Islam bahkan oleh Uni Eropa melalui PBB, tapi itu tidaklah cukup karena sampai saat ini belum ada manfaat yang dapat dirasakan. PBB boleh mengeluarkan resolusi, bahkan puluhan atau ratusan resolusi untuk mennetang dan meminta Israel menghentikan agresinya, namun seperti yang kita ketahui PBB adalah lembaga yang merupakan kendaraan yang ditumpangi Amerika dan sekutunya untuk menghancurkan Umat Islam. Jadi apapun yang dihasilkan PBB tentu tidak akan jauh dari kepentingan Amerika beserta sekutunya dalam hal ini dengan mandulnya PBB maka kredibilitas lembaga tersebut perlu dipertanyakan.  Walaupun para pakar mengatakan kekuatan yang dimiliki HAMAS tidak sebanding dengan kekuatan yang dimiliki oleh Israel sehingga mustahil HAMAS (Kaum Muslim) mampu membendung kekuatan dari kecanggihan peralatan tempur yang dimiliki Israel. Secara Analisis mungkin HAMAS akan kalah, tapi kita jangan lupa bahwa apa yang terjadi di Afghanistan, Irak, Libanon dan negara-negara Islam lainnya yang menjadi sasaran kebengisan para penjajah dengan peralatan yang sederhana dan tentu kalah dalam jumlah tetapi mereka mampu membendung kekuatan Amerika yang tentu memakai peralatan super canggih dan jumlah tentara yang berkali-kali lipat. Jangan jauh-jauh bangsa ini (Indonesia) pun pernah merasakan bagaimana kekuatan bambu runcing mampu melawan senapan dan tank sehingga kita bisa merdeka (tetapi tidak secara ideologi).  Pada akhirnya panji-panji Islam lah yang akan tetap berkibar, seluruh kaum muslim akan bersatu dalam satu ikatan Ukhuwah Islamiyah di bawah kepemimpinan Khilafah. Keruntuhan negara besar (Amerika) sudah didepan mata sebagai mana yang diungkapkan salah satu tokoh muslim Amerika bahwa suatu saat akan ada kehancuran negara adikuasa dengan ditandai oleh kemunculan pasukan yang membawa bendera hitam (panji Umat Islam) dari arah Timur. Inilah saat dimana seluruh kaum Muslim bersatu dalam satu barisan tentara Allah yang akan menggempur dan menghancurkan kekuatan terbesar, dan akan mewujudkan sebuah Pemerintahan yang berada dibawah naungan Islam. Wallahu a’lam.

Palestina vs Israel

Sepekan sudah kebiadaban Zionis Israel meluluh lantakan kota Gaza, sudah 700 lebih nyawa rakyat Palestina terenggut, belum lagi rumah, tempat ibadah, rumah sakit dan fasilitas umum lainnya yang telah dihancurkan oleh kekejam tentara Israel. Ironis memang disaat masyarakat dunia tengah menjerit karena krisis global Israel malah dengan sombongnya memamerkan kekuatan senjatanya untuk menghancurkan sebuah kota kecil. muncul dalam benak kita ” Apa yang dinginkan oleh bangsa kera (Israel) ini?”. Kalau kita lihat lebih dalam alasan sebenarnya adalah bukan HAMAS yang ingin dihancurkan tapi umat Islam lah yang menjadi target (meskipun pada kenyataannya banyak non muslim yang menjadi korban). Memang ada pendapat dari beberapa tokoh masyarakat yang menyatakan bahwa konflik Palestina bukanlah konflik agama tapi murni tragedi kemanusiaan. Tapi kita harus ingat bahwa Israel (Yahudi) dan sekutunya sudah digariskan untuk menghancurkan kaum muslim dan menjadi penentang utama dalam kebijakan yang pro Islam.

Bagi sebagian umat Islam hal ini sebenarnya sudah diketahui jauh sebelumnya karena didalam AlQur’an sendiri sudah jelas bahwa orang Yahudi adalah golongan yang paling keras permusuhannya melawan kaum Muslim sebagaimana yang terkandung dalam salah satu ayat yang menerangkan bahwa:

“Sesungguhnya kalian pasti akan mendapati orang-orang yang paling        keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-        orang Yahudi dan orang-orang musyrik (QS Al-Maidah [5]:82)”.

Kita ingat bahawa ketika zaman Rasulullah SAW, Beliau pernah membersihkan kaum Yahudi ketika mereka mencoba untuk melecehkan seorang Muslimah, apakah hal ini tidak bisa kita jadikan sebagai teladan yang baik. Rasulullah saja berani bertindak cepat hanya karena seorang wanita yang dilecehkan oleh kaum yahudi, kenapa kita tidak berani bertindak ketika gerombolan bangsa kera melecehkan jutaan kaum Muslim Palestina yang diantaranya wanita dan anak-anak, belum cukupkah kita melihat air mata saudara-saudara kita, belum cukupkah kita melihat kaum Muslim Palestina dibantai. Semoga momen ini menjadi titik awal kebangkitan kaum Muslim sebagaimana yang telah dijanjiakan Allah kepada hamba-hambanya yang beriman. “Perlu engkau ketahui hai bangsa penjajah, sesungguhnya bukanlah hati Kaum Muslim palestina yang engkau sakiti dan bukan pula Muslim Paalestina yang engkau lecehkan, tetapi engkau telah menyakiti hati Kaum Muslim engkau telah menginjak-injak harga diri kaum muslim di seluruh dunia, perang yang engkau kobarkan kebencian yang engkau tebar adalah bara bagi kami untuk mengobarkan semangat jihad, semangat membela saudara kami dan semangat mebela agama kami (pen.).”

Ditengah keputus asaan yang mendera Muslim Palestina dan ditengah jeritan Rakyat palestina yang meminta perlindungan saudaranya, sungguh ironi sekali para pemimpin negara-negara Islam hanya berdiam diri dan bersembunyi di bawah ketiak bangsa penjajah (Amerika). Mereka takut untuk mengambil resiko, mereka takut dicap sebagai pemimpin yang membela kepentingan teroris. Ketakutan pemimpin Negara Islam sebenarnya merupakan hasil dari campur tangan Amerika dan sekutunya, bagaimana tidak selama ini Amerikalah yang telah membentuk dan membesarkan nama mereka dengan bentuk bantuan-bantuan sosial, ekonomi, dan pendidikan, sehingga para pemimpin Negara Islam tidak mau melawan negara yang telah membesarkan nama mereka. Sejauh ini memang ada usaha perdamaian yang diupayakan oleh negara-negara Islam bahkan oleh Uni Eropa melalui PBB, tapi itu tidaklah cukup karena sampai saat ini belum ada manfaat yang dapat dirasakan. PBB boleh mengeluarkan resolusi, bahkan puluhan atau ratusan resolusi untuk mennetang dan meminta Israel menghentikan agresinya, namun seperti yang kita ketahui PBB adalah lembaga yang merupakan kendaraan yang ditumpangi Amerika dan sekutunya untuk menghancurkan Umat Islam. Jadi apapun yang dihasilkan PBB tentu tidak akan jauh dari kepentingan Amerika beserta sekutunya dalam hal ini dengan mandulnya PBB maka kredibilitas lembaga tersebut perlu dipertanyakan.

Walaupun para pakar mengatakan kekuatan yang dimiliki HAMAS tidak sebanding dengan kekuatan yang dimiliki oleh Israel sehingga mustahil HAMAS (Kaum Muslim) mampu membendung kekuatan dari kecanggihan peralatan tempur yang dimiliki Israel. Secara Analisis mungkin HAMAS akan kalah, tapi kita jangan lupa bahwa apa yang terjadi di Afghanistan, Irak, Libanon dan negara-negara Islam lainnya yang menjadi sasaran kebengisan para penjajah dengan peralatan yang sederhana dan tentu kalah dalam jumlah tetapi mereka mampu membendung kekuatan Amerika yang tentu memakai peralatan super canggih dan jumlah tentara yang berkali-kali lipat. Jangan jauh-jauh bangsa ini (Indonesia) pun pernah merasakan bagaimana kekuatan bambu runcing mampu melawan senapan dan tank sehingga kita bisa merdeka (tetapi tidak secara ideologi).

Pada akhirnya panji-panji Islam lah yang akan tetap berkibar, seluruh kaum muslim akan bersatu dalam satu ikatan Ukhuwah Islamiyah di bawah kepemimpinan Khilafah. Keruntuhan negara besar (Amerika) sudah didepan mata sebagai mana yang diungkapkan salah satu tokoh muslim Amerika bahwa suatu saat akan ada kehancuran negara adikuasa dengan ditandai oleh kemunculan pasukan yang membawa bendera hitam (panji Umat Islam) dari arah Timur. Inilah saat dimana seluruh kaum Muslim bersatu dalam satu barisan tentara Allah yang akan menggempur dan menghancurkan kekuatan terbesar, dan akan mewujudkan sebuah Pemerintahan yang berada dibawah naungan Islam. Wallahu a’lam.

About rahmathidayat106

saya seorang suka bercanda sama teman
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s