Akibat pergaulan bebas/Sex bebas

Dari sekian banyak pertanyaan seputar masalah perilaku remaja yang dinilai menyimpang tersebut, ada dua pertanyaan mendasar yang perlu segera dijawab, yaitu apa penyebab perilaku seks bebas tersebut, dan bagaimana cara mengatasinya? Dua hal yang tidak bisa dibiarkan menggantung, melainkan harus didapatkan jawaban sekaligus solusi atas fenomena yang tidak sepantasnya dibiarkan.  * Penyebab Perilaku Seks Bebas  Menurut beberapa penelitian, cukup banyak faktor penyebab remaja melakukan perilaku seks bebas. Salah satu di antaranya adalah akibat atau pengaruh mengonsumsi berbagai tontonan. Apa yang ABG tonton, berkorelasi secara positif dan signifikan dalam membentuk perilaku mereka, terutama tayangan film dan sinetron, baik film yang ditonton di layar kaca maupun film yang ditonton di layar lebar.  Disyukuri memang karena ada kecenderungan dunia perfilman Indonesia mulai bangkit kembali, yang ditandai dengan munculnya beberapa film Indonesia yang laris di pasaran. Sebutlah misalnya, film Ada Apa Dengan Cinta, Eiffel I’m in Love, 30 Hari Mencari Cinta, serta Virgin. Tetapi rasa syukur itu seketika sirna seiring dengan munculnya dampak yang ditimbulkan dari film tersebut. Terutama terhadap penonton usia remaja.  Menurut hemat saya, film-film yang disebutkan tadi laris di pasaran bukan karena mutu pembuatan filmnya akan tetapi lebih karena film tersebut menjual kehidupan remaja, bahkan sangat mengeksploitasi kehidupan remaja. Film tersebut diminati oleh banyak remaja ABG bukan karena mutu cinematografinya, melainkan karena alur cerita film tersebut mengangkat sisi kehidupan percintaan remaja masa kini. Film tersebut diminati remaja ABG, karena banyak mempertontonkan adegan-adegan syur dengan membawa pesan-pesan gaya pacaran yang sangat “berani”, dan secara terang-terangan melanggar norma sosial kemasyarakatan, apalagi norma agama.  Sebagai pendidik, saya sulit dan amat sulit memahami apa sesungguhnya misi yang ingin disampaikan oleh film tersebut terhadap penontonnya. Bukan saja karena tidak menggambarkan keadaan sebenarnya yang mayoritas remaja bangsa Indonesia, tetapi juga karena ia ditonton oleh anak-anak yang belum dapat memberi penilaian baik dan buruk. Mereka baru mampu mencontoh apa yang terhidang. Akibatnya, remaja mencontoh gaya pacaran yang mereka tonton di film. Akibatnya pacaran yang dibumbui dengan seks bebaspun akhirnya menjadi kebiasaan yang populer di kalangan remaja. Maka, muncullah patologi sosial seperti hasil penelitian di atas.  Hal kedua yang menjadi penyebab seks bebas di kalangan remaja adalah faktor lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan pergaulan. Lingkungan keluarga yang dimaksud adalah cukup tidaknya pendidikan agama yang diberikan orangtua terhadap anaknya. Cukup tidaknya kasih sayang dan perhatian yang diperoleh sang anak dari keluarganya. Cukup tidaknya keteladanan yang diterima sang anak dari orangtuanya, dan lain sebagainya yang menjadi hak anak dari orangtuanya. Jika tidak, maka anak akan mencari tempat pelarian di jalan-jalan serta di tempat-tempat yang tidak mendidik mereka. Anak akan dibesarkan di lingkungan yang tidak sehat bagi pertumbuhan jiwanya. Anak akan tumbuh di lingkungan pergaulan bebas.  Dalam lingkungan pergaulan remaja ABG, ada istilah yang kesannya lebih mengarah kepada hal negatif ketimbang hal yang positif, yaitu istilah “Anak Gaul”. Istilah ini menjadi sebuah ikon bagi dunia remaja masa kini yang ditandai dengan nongkrong di kafe, mondar-mandir di mal, memahami istilah bokul, gaya fun, berpakaian serba sempit dan ketat kemudian memamerkan lekuk tubuh, dan mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi.  Sebaliknya mereka yang tidak mengetahui dan tidak tertarik dengan hal yang disebutkan tadi, akan dinilai sebagai remaja yang tidak gaul dan kampungan. Akibatnya, remaja anak gaul inilah yang biasanya menjadi korban dari pergaulan bebas, di antaranya terjebak dalam perilaku seks bebas.  Melihat fenomena ini, apa yang harus kita lakukan dalam upaya menyelamatkan generasi muda? Ada beberapa solusi, di antaranya, pertama, membuat regulasi yang dapat melindungi anak-anak dari tontonan yang tidak mendidik. Perlu dibuat aturan perfilman yang memihak kepada pembinaan moral bangsa. Oleh karena itu Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) harus segera disahkan.  Kedua, orangtua sebagai penanggung jawab utama terhadap kemuliaan perilaku anak, harus menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dalam keluarganya. Kondisi rumah tangga harus dibenahi sedemikian rupa supaya anak betah dan kerasan di rumah.  Berikut petunjuk-petunjuk praktis yang diberikan Stanley Coopersmith (peneliti pendidikan anak), kepada orangtua dalam mendidik dan membina anak. Pertama, kembangkan komunikasi dengan anak yang bersifat suportif. Komunikasi ini ditandai lima kualitas; openness, empathy, supportiveness, positivenes, dan equality. Kedua, tunjukkanlah penghargaan secara terbuka. Hindari kritik. Jika terpaksa, kritik itu harus disampaikan tanpa mempermalukan anak dan harus ditunjang dengan argumentasi yang masuk akal.  Ketiga, latihlah anak-anak untuk mengekspresikan dirinya. Orangtua harus membiasakan diri bernegosiasi dengan anak-anaknya tentang ekspektasi perilaku dari kedua belah pihak. Keempat, ketahuilah bahwa walaupun saran-saran di sini berkenaan dengan pengembangan harga diri, semuanya mempunyai kaitan erat dengan pengembangan intelektual. Proses belajar biasa efektif dalam lingkungan yang mengembangkan harga diri. Intinya, hanya apabila harga diri anak-anak dihargai, potensi intelektual dan kemandirian mereka dapat dikembangkan.  Selain petunjuk yang diberikan Stanley di atas, keteladanan orangtua juga merupakan faktor penting dalam menyelamatkan moral anak. Orangtua yang gagal memberikan teladan yang baik kepada anaknya, umumnya akan menjumpai anaknya dalam kemerosotan moral dalam berperilaku. Melihat fenomena ini, sepertinya misi menyelamatkan moral serta memperbaiki perilaku generasi muda harus segera dilakukan dan misi ini menjadi tanggung jawab bersama, tanggung jawab dari seluruh elemen bangsa. Jika misi ini ditunda, maka semakin banyak generasi muda yang menjadi korban dan tidak menutup kemungkinan kita akan kehilangan generasi penerus bangsaDari sekian banyak pertanyaan seputar masalah perilaku remaja yang dinilai menyimpang tersebut, ada dua pertanyaan mendasar yang perlu segera dijawab, yaitu apa penyebab perilaku seks bebas tersebut, dan bagaimana cara mengatasinya? Dua hal yang tidak bisa dibiarkan menggantung, melainkan harus didapatkan jawaban sekaligus solusi atas fenomena yang tidak sepantasnya dibiarkan.

* Penyebab Perilaku Seks Bebas

Menurut beberapa penelitian, cukup banyak faktor penyebab remaja melakukan perilaku seks bebas. Salah satu di antaranya adalah akibat atau pengaruh mengonsumsi berbagai tontonan. Apa yang ABG tonton, berkorelasi secara positif dan signifikan dalam membentuk perilaku mereka, terutama tayangan film dan sinetron, baik film yang ditonton di layar kaca maupun film yang ditonton di layar lebar.

Disyukuri memang karena ada kecenderungan dunia perfilman Indonesia mulai bangkit kembali, yang ditandai dengan munculnya beberapa film Indonesia yang laris di pasaran. Sebutlah misalnya, film Ada Apa Dengan Cinta, Eiffel I’m in Love, 30 Hari Mencari Cinta, serta Virgin. Tetapi rasa syukur itu seketika sirna seiring dengan munculnya dampak yang ditimbulkan dari film tersebut. Terutama terhadap penonton usia remaja.

Menurut hemat saya, film-film yang disebutkan tadi laris di pasaran bukan karena mutu pembuatan filmnya akan tetapi lebih karena film tersebut menjual kehidupan remaja, bahkan sangat mengeksploitasi kehidupan remaja. Film tersebut diminati oleh banyak remaja ABG bukan karena mutu cinematografinya, melainkan karena alur cerita film tersebut mengangkat sisi kehidupan percintaan remaja masa kini. Film tersebut diminati remaja ABG, karena banyak mempertontonkan adegan-adegan syur dengan membawa pesan-pesan gaya pacaran yang sangat “berani”, dan secara terang-terangan melanggar norma sosial kemasyarakatan, apalagi norma agama.

Sebagai pendidik, saya sulit dan amat sulit memahami apa sesungguhnya misi yang ingin disampaikan oleh film tersebut terhadap penontonnya. Bukan saja karena tidak menggambarkan keadaan sebenarnya yang mayoritas remaja bangsa Indonesia, tetapi juga karena ia ditonton oleh anak-anak yang belum dapat memberi penilaian baik dan buruk. Mereka baru mampu mencontoh apa yang terhidang. Akibatnya, remaja mencontoh gaya pacaran yang mereka tonton di film. Akibatnya pacaran yang dibumbui dengan seks bebaspun akhirnya menjadi kebiasaan yang populer di kalangan remaja. Maka, muncullah patologi sosial seperti hasil penelitian di atas.

Hal kedua yang menjadi penyebab seks bebas di kalangan remaja adalah faktor lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan pergaulan. Lingkungan keluarga yang dimaksud adalah cukup tidaknya pendidikan agama yang diberikan orangtua terhadap anaknya. Cukup tidaknya kasih sayang dan perhatian yang diperoleh sang anak dari keluarganya. Cukup tidaknya keteladanan yang diterima sang anak dari orangtuanya, dan lain sebagainya yang menjadi hak anak dari orangtuanya. Jika tidak, maka anak akan mencari tempat pelarian di jalan-jalan serta di tempat-tempat yang tidak mendidik mereka. Anak akan dibesarkan di lingkungan yang tidak sehat bagi pertumbuhan jiwanya. Anak akan tumbuh di lingkungan pergaulan bebas.

Dalam lingkungan pergaulan remaja ABG, ada istilah yang kesannya lebih mengarah kepada hal negatif ketimbang hal yang positif, yaitu istilah “Anak Gaul”. Istilah ini menjadi sebuah ikon bagi dunia remaja masa kini yang ditandai dengan nongkrong di kafe, mondar-mandir di mal, memahami istilah bokul, gaya fun, berpakaian serba sempit dan ketat kemudian memamerkan lekuk tubuh, dan mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi.

Sebaliknya mereka yang tidak mengetahui dan tidak tertarik dengan hal yang disebutkan tadi, akan dinilai sebagai remaja yang tidak gaul dan kampungan. Akibatnya, remaja anak gaul inilah yang biasanya menjadi korban dari pergaulan bebas, di antaranya terjebak dalam perilaku seks bebas.

Melihat fenomena ini, apa yang harus kita lakukan dalam upaya menyelamatkan generasi muda? Ada beberapa solusi, di antaranya, pertama, membuat regulasi yang dapat melindungi anak-anak dari tontonan yang tidak mendidik. Perlu dibuat aturan perfilman yang memihak kepada pembinaan moral bangsa. Oleh karena itu Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) harus segera disahkan.

Kedua, orangtua sebagai penanggung jawab utama terhadap kemuliaan perilaku anak, harus menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dalam keluarganya. Kondisi rumah tangga harus dibenahi sedemikian rupa supaya anak betah dan kerasan di rumah.

Berikut petunjuk-petunjuk praktis yang diberikan Stanley Coopersmith (peneliti pendidikan anak), kepada orangtua dalam mendidik dan membina anak. Pertama, kembangkan komunikasi dengan anak yang bersifat suportif. Komunikasi ini ditandai lima kualitas; openness, empathy, supportiveness, positivenes, dan equality. Kedua, tunjukkanlah penghargaan secara terbuka. Hindari kritik. Jika terpaksa, kritik itu harus disampaikan tanpa mempermalukan anak dan harus ditunjang dengan argumentasi yang masuk akal.

Ketiga, latihlah anak-anak untuk mengekspresikan dirinya. Orangtua harus membiasakan diri bernegosiasi dengan anak-anaknya tentang ekspektasi perilaku dari kedua belah pihak. Keempat, ketahuilah bahwa walaupun saran-saran di sini berkenaan dengan pengembangan harga diri, semuanya mempunyai kaitan erat dengan pengembangan intelektual. Proses belajar biasa efektif dalam lingkungan yang mengembangkan harga diri. Intinya, hanya apabila harga diri anak-anak dihargai, potensi intelektual dan kemandirian mereka dapat dikembangkan.

Selain petunjuk yang diberikan Stanley di atas, keteladanan orangtua juga merupakan faktor penting dalam menyelamatkan moral anak. Orangtua yang gagal memberikan teladan yang baik kepada anaknya, umumnya akan menjumpai anaknya dalam kemerosotan moral dalam berperilaku.
Melihat fenomena ini, sepertinya misi menyelamatkan moral serta memperbaiki perilaku generasi muda harus segera dilakukan dan misi ini menjadi tanggung jawab bersama, tanggung jawab dari seluruh elemen bangsa. Jika misi ini ditunda, maka semakin banyak generasi muda yang menjadi korban dan tidak menutup kemungkinan kita akan kehilangan generasi penerus bangsa

Posted in Uncategorized | Leave a comment

kebiadaban israel kepada palestina

Kisah Sedih dari Jabaliya  "Oh, Tuhan! Saya tidak pernah melihat pemandangan mengerikan seperti ini," kata Abu Aukal, sambil menangis tersedu. Abu Aukal adalah seorang dokter. Bertugas di bagian gawat darurat, dia telah terbiasa menangani korban terluka maupun tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza, dalam berbagai kondisi. Tapi, tidak untuk yang satu ini. Dia hampir tak memercayai apa yang dilihatnya.  Beberapa hari lalu, di kamp pengungsi Jabaliya, yang terletak di bagian utara Gaza City, tak jauh dari pintu perbatasan Erez, seorang bocah perempuan, Shahd (4 tahun), sedang bermain di halaman belakang rumahnya. Tiba-tiba, tentara Zionis Israel menyerang dan menembak membabi-buta. Bocah gemuk yang lucu itu bersimbah darah. Melihat anaknya tergeletak di lantai dengan kondisi mengenaskan, kedua orang tuanya buru-buru mengulurkan tangan hendak meraihnya. Tapi, serdadu Israel mengusirnya dengan hujan peluru. Kedua orang tua itu pun meninggalkan tempat itu, sementara anaknya masih tertidur di sana: entah sedang sekarat, entah sudah tewas.  Rupanya tentara Israel yang selalu membawa anjing pelacak saat melakukan serangan darat ke Jalur Gaza, memang punya maksud tertentu dengan tindakannya itu. Jenazah Shahd sengaja dibiarkan tergeletak di halaman terbuka itu untuk (maaf) dijadikan santapan anjing. "Anjing-anjing itu meninggalkan satu bagian utuh tubuh bayi malang itu," kata Abu Aukal, dengan air mata berderai, saat menuturkan cerita tragis itu, seperti dikutip islamonline, kemarin. "Kami melihat pemandangan memilukan selama 18 hari terakhir (agresi Israel). Kami mengangkat mayat anak-anak yang tercabik atau terbakar. Tapi, tak ada yang seperti ini," kata Abu Aukal.  Berhari-hari saudara Shahd, Matar, dan sepupunya, Muhammad, mencoba meraih tubuh gadis itu, tapi sia-sia. Lagi-lagi, tentara pendudukan Israel menggunakan bahasa tembakan untuk mengusir kedua bocah itu. Tapi, melihat tubuh Shahd yang terus dicabik anjing dari hari ke hari, Matar dan Muhammad tak tahan. Pada hari kelima, keduanya nekat mendekati tubuh Shahd yang masih tersisa untuk membawanya pulang. Belum lagi keduanya meraih tubuh Shahd, tentara Israel menghujani dengan tembakan. Keduanya tewas.  Omran Zayda, tetangga Shahd, menilai tentara Israel sangat mengetahui apa yang mereka lakukan. "Mereka (tentara Israel–Red) menghalau dan mencegah keluarga yang ingin mengambil mayat (Shahd), karena mengetahui anjing-anjing mereka akan memakannya," katanya. Apa yang terjadi pada Shahd, kata Zayda, tak bisa digambarkan dengan kata-kata, tidak pula rekayasa kamera. "Anda tidak akan pernah membayangkan apa yang telah dilakukan anjing-anjing itu kepada tubuh anak tak berdosa itu," kata pria ini sambil menahan air matanya. Zayda menambahkan, "Mereka bukan hanya membunuh anak-anak kami. Mereka juga melakukan tindakan yang sangat keji dan tak berperikemanusiaan." Sejumlah orang Palestina meyakini apa yang terjadi pada Shahd bukanlah satu-satunya kasus mengerikan yang dilakukan tentara Israel kepada warga Palestina di Gaza.  Sebelumnya, menimpa keluarga Abu Rabu yang sedang mencoba menguburkan tiga anggota keluarganya yang tewas, ketika tentara Israel secara tiba-tiba mencegah acara penguburan itu dengan berondongan peluru. Saat keluarga yang sedang berduka itu menjauh, tentara Israel melepaskan anjing-anjing pelacaknya ke arah tubuh-tubuh itu. Peristiwa ini juga terjadi di Jabaliya. "Apa yang terjadi ini sangat mengerikan dan tak terbayangkan," kata Saad Abu Rabu, salah satu anggota keluarga itu. "Anak-anak kami tewas di depan mata kami, tapi kami bahkan dicegah untuk menguburkan mereka. Orang-orang Israel melepaskan anjing-anjing ke arah tubuh-tubuh mereka, seakan yang mereka lakukan belum cukup," katanya sambil menangis.  Masih di Jabaliya, harian terkemuka Israel, Haaretz, melaporkan seorang dokter Palestina, dr Issa Salah (28), dibunuh tentara Israel, Senin (12/1), ketika sedang menolong korban serangan Israel. Menurut Mizan–sebuah organisasi kemanusiaan di Gaza–saat itu Issa dan timnya memasuki gedung yang diserang misil Israel.  Issa dan timnya masuk ke gedung itu sambil meminta yang selamat untuk meninggalkan gedung, sementara tim medis itu mencari mereka yang menjadi korban. Tapi, beberapa menit kemudian, sebuah helikopter kembali menembakkan misilnya ke gedung itu. Issa pun tewas. Serangan itu juga menewaskan sejumlah wanita dan anak-anak.  Tewasnya dr Issa membuat jumlah petugas medis yang dibunuh selama agresi Israel di Jalur Gaza menjadi tujuh orang. Selain itu, tiga rumah sakit dan empat klinik kesehatan juga dihancurkan oleh mesin-mesin perang Zionis. Peristiwa kelam yang terjadi di Gaza memang memilukan. Tak ada lagi sejengkal pun tempat yang aman untuk berlindung dari kebuasan mesin-mesin perang Israel. Bahkan, Israel pun seolah tak lagi mempunyai hati untuk sekadar memberi perlakuan yang baik kepada orang-orang yang telah dibunuhnya.

Kisah Sedih dari Jabaliya

“Oh, Tuhan! Saya tidak pernah melihat pemandangan mengerikan seperti ini,” kata Abu Aukal, sambil menangis tersedu.
Abu Aukal adalah seorang dokter. Bertugas di bagian gawat darurat, dia telah terbiasa menangani korban terluka maupun tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza, dalam berbagai kondisi. Tapi, tidak untuk yang satu ini. Dia hampir tak memercayai apa yang dilihatnya.

Beberapa hari lalu, di kamp pengungsi Jabaliya, yang terletak di bagian utara Gaza City, tak jauh dari pintu perbatasan Erez, seorang bocah perempuan, Shahd (4 tahun), sedang bermain di halaman belakang rumahnya. Tiba-tiba, tentara Zionis Israel menyerang dan menembak membabi-buta. Bocah gemuk yang lucu itu bersimbah darah.
Melihat anaknya tergeletak di lantai dengan kondisi mengenaskan, kedua orang tuanya buru-buru mengulurkan tangan hendak meraihnya. Tapi, serdadu Israel mengusirnya dengan hujan peluru. Kedua orang tua itu pun meninggalkan tempat itu, sementara anaknya masih tertidur di sana: entah sedang sekarat, entah sudah tewas.

Rupanya tentara Israel yang selalu membawa anjing pelacak saat melakukan serangan darat ke Jalur Gaza, memang punya maksud tertentu dengan tindakannya itu. Jenazah Shahd sengaja dibiarkan tergeletak di halaman terbuka itu untuk (maaf) dijadikan santapan anjing.
“Anjing-anjing itu meninggalkan satu bagian utuh tubuh bayi malang itu,” kata Abu Aukal, dengan air mata berderai, saat menuturkan cerita tragis itu, seperti dikutip islamonline, kemarin.
“Kami melihat pemandangan memilukan selama 18 hari terakhir (agresi Israel). Kami mengangkat mayat anak-anak yang tercabik atau terbakar. Tapi, tak ada yang seperti ini,” kata Abu Aukal.

Berhari-hari saudara Shahd, Matar, dan sepupunya, Muhammad, mencoba meraih tubuh gadis itu, tapi sia-sia. Lagi-lagi, tentara pendudukan Israel menggunakan bahasa tembakan untuk mengusir kedua bocah itu.
Tapi, melihat tubuh Shahd yang terus dicabik anjing dari hari ke hari, Matar dan Muhammad tak tahan. Pada hari kelima, keduanya nekat mendekati tubuh Shahd yang masih tersisa untuk membawanya pulang. Belum lagi keduanya meraih tubuh Shahd, tentara Israel menghujani dengan tembakan. Keduanya tewas.

Omran Zayda, tetangga Shahd, menilai tentara Israel sangat mengetahui apa yang mereka lakukan. “Mereka (tentara Israel–Red) menghalau dan mencegah keluarga yang ingin mengambil mayat (Shahd), karena mengetahui anjing-anjing mereka akan memakannya,” katanya.
Apa yang terjadi pada Shahd, kata Zayda, tak bisa digambarkan dengan kata-kata, tidak pula rekayasa kamera. “Anda tidak akan pernah membayangkan apa yang telah dilakukan anjing-anjing itu kepada tubuh anak tak berdosa itu,” kata pria ini sambil menahan air matanya.
Zayda menambahkan, “Mereka bukan hanya membunuh anak-anak kami. Mereka juga melakukan tindakan yang sangat keji dan tak berperikemanusiaan.” Sejumlah orang Palestina meyakini apa yang terjadi pada Shahd bukanlah satu-satunya kasus mengerikan yang dilakukan tentara Israel kepada warga Palestina di Gaza.

Sebelumnya, menimpa keluarga Abu Rabu yang sedang mencoba menguburkan tiga anggota keluarganya yang tewas, ketika tentara Israel secara tiba-tiba mencegah acara penguburan itu dengan berondongan peluru. Saat keluarga yang sedang berduka itu menjauh, tentara Israel melepaskan anjing-anjing pelacaknya ke arah tubuh-tubuh itu. Peristiwa ini juga terjadi di Jabaliya.
“Apa yang terjadi ini sangat mengerikan dan tak terbayangkan,” kata Saad Abu Rabu, salah satu anggota keluarga itu. “Anak-anak kami tewas di depan mata kami, tapi kami bahkan dicegah untuk menguburkan mereka. Orang-orang Israel melepaskan anjing-anjing ke arah tubuh-tubuh mereka, seakan yang mereka lakukan belum cukup,” katanya sambil menangis.

Masih di Jabaliya, harian terkemuka Israel, Haaretz, melaporkan seorang dokter Palestina, dr Issa Salah (28), dibunuh tentara Israel, Senin (12/1), ketika sedang menolong korban serangan Israel. Menurut Mizan–sebuah organisasi kemanusiaan di Gaza–saat itu Issa dan timnya memasuki gedung yang diserang misil Israel.

Issa dan timnya masuk ke gedung itu sambil meminta yang selamat untuk meninggalkan gedung, sementara tim medis itu mencari mereka yang menjadi korban. Tapi, beberapa menit kemudian, sebuah helikopter kembali menembakkan misilnya ke gedung itu. Issa pun tewas. Serangan itu juga menewaskan sejumlah wanita dan anak-anak.

Tewasnya dr Issa membuat jumlah petugas medis yang dibunuh selama agresi Israel di Jalur Gaza menjadi tujuh orang. Selain itu, tiga rumah sakit dan empat klinik kesehatan juga dihancurkan oleh mesin-mesin perang Zionis.
Peristiwa kelam yang terjadi di Gaza memang memilukan. Tak ada lagi sejengkal pun tempat yang aman untuk berlindung dari kebuasan mesin-mesin perang Israel. Bahkan, Israel pun seolah tak lagi mempunyai hati untuk sekadar memberi perlakuan yang baik kepada orang-orang yang telah dibunuhnya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

palestina Vs Israel

Palestina vs Israel  Sepekan sudah kebiadaban Zionis Israel meluluh lantakan kota Gaza, sudah 700 lebih nyawa rakyat Palestina terenggut, belum lagi rumah, tempat ibadah, rumah sakit dan fasilitas umum lainnya yang telah dihancurkan oleh kekejam tentara Israel. Ironis memang disaat masyarakat dunia tengah menjerit karena krisis global Israel malah dengan sombongnya memamerkan kekuatan senjatanya untuk menghancurkan sebuah kota kecil. muncul dalam benak kita ” Apa yang dinginkan oleh bangsa kera (Israel) ini?”. Kalau kita lihat lebih dalam alasan sebenarnya adalah bukan HAMAS yang ingin dihancurkan tapi umat Islam lah yang menjadi target (meskipun pada kenyataannya banyak non muslim yang menjadi korban). Memang ada pendapat dari beberapa tokoh masyarakat yang menyatakan bahwa konflik Palestina bukanlah konflik agama tapi murni tragedi kemanusiaan. Tapi kita harus ingat bahwa Israel (Yahudi) dan sekutunya sudah digariskan untuk menghancurkan kaum muslim dan menjadi penentang utama dalam kebijakan yang pro Islam.  Bagi sebagian umat Islam hal ini sebenarnya sudah diketahui jauh sebelumnya karena didalam AlQur’an sendiri sudah jelas bahwa orang Yahudi adalah golongan yang paling keras permusuhannya melawan kaum Muslim sebagaimana yang terkandung dalam salah satu ayat yang menerangkan bahwa:  “Sesungguhnya kalian pasti akan mendapati orang-orang yang paling        keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-        orang Yahudi dan orang-orang musyrik (QS Al-Maidah [5]:82)”.  Kita ingat bahawa ketika zaman Rasulullah SAW, Beliau pernah membersihkan kaum Yahudi ketika mereka mencoba untuk melecehkan seorang Muslimah, apakah hal ini tidak bisa kita jadikan sebagai teladan yang baik. Rasulullah saja berani bertindak cepat hanya karena seorang wanita yang dilecehkan oleh kaum yahudi, kenapa kita tidak berani bertindak ketika gerombolan bangsa kera melecehkan jutaan kaum Muslim Palestina yang diantaranya wanita dan anak-anak, belum cukupkah kita melihat air mata saudara-saudara kita, belum cukupkah kita melihat kaum Muslim Palestina dibantai. Semoga momen ini menjadi titik awal kebangkitan kaum Muslim sebagaimana yang telah dijanjiakan Allah kepada hamba-hambanya yang beriman. “Perlu engkau ketahui hai bangsa penjajah, sesungguhnya bukanlah hati Kaum Muslim palestina yang engkau sakiti dan bukan pula Muslim Paalestina yang engkau lecehkan, tetapi engkau telah menyakiti hati Kaum Muslim engkau telah menginjak-injak harga diri kaum muslim di seluruh dunia, perang yang engkau kobarkan kebencian yang engkau tebar adalah bara bagi kami untuk mengobarkan semangat jihad, semangat membela saudara kami dan semangat mebela agama kami (pen.).”  Ditengah keputus asaan yang mendera Muslim Palestina dan ditengah jeritan Rakyat palestina yang meminta perlindungan saudaranya, sungguh ironi sekali para pemimpin negara-negara Islam hanya berdiam diri dan bersembunyi di bawah ketiak bangsa penjajah (Amerika). Mereka takut untuk mengambil resiko, mereka takut dicap sebagai pemimpin yang membela kepentingan teroris. Ketakutan pemimpin Negara Islam sebenarnya merupakan hasil dari campur tangan Amerika dan sekutunya, bagaimana tidak selama ini Amerikalah yang telah membentuk dan membesarkan nama mereka dengan bentuk bantuan-bantuan sosial, ekonomi, dan pendidikan, sehingga para pemimpin Negara Islam tidak mau melawan negara yang telah membesarkan nama mereka. Sejauh ini memang ada usaha perdamaian yang diupayakan oleh negara-negara Islam bahkan oleh Uni Eropa melalui PBB, tapi itu tidaklah cukup karena sampai saat ini belum ada manfaat yang dapat dirasakan. PBB boleh mengeluarkan resolusi, bahkan puluhan atau ratusan resolusi untuk mennetang dan meminta Israel menghentikan agresinya, namun seperti yang kita ketahui PBB adalah lembaga yang merupakan kendaraan yang ditumpangi Amerika dan sekutunya untuk menghancurkan Umat Islam. Jadi apapun yang dihasilkan PBB tentu tidak akan jauh dari kepentingan Amerika beserta sekutunya dalam hal ini dengan mandulnya PBB maka kredibilitas lembaga tersebut perlu dipertanyakan.  Walaupun para pakar mengatakan kekuatan yang dimiliki HAMAS tidak sebanding dengan kekuatan yang dimiliki oleh Israel sehingga mustahil HAMAS (Kaum Muslim) mampu membendung kekuatan dari kecanggihan peralatan tempur yang dimiliki Israel. Secara Analisis mungkin HAMAS akan kalah, tapi kita jangan lupa bahwa apa yang terjadi di Afghanistan, Irak, Libanon dan negara-negara Islam lainnya yang menjadi sasaran kebengisan para penjajah dengan peralatan yang sederhana dan tentu kalah dalam jumlah tetapi mereka mampu membendung kekuatan Amerika yang tentu memakai peralatan super canggih dan jumlah tentara yang berkali-kali lipat. Jangan jauh-jauh bangsa ini (Indonesia) pun pernah merasakan bagaimana kekuatan bambu runcing mampu melawan senapan dan tank sehingga kita bisa merdeka (tetapi tidak secara ideologi).  Pada akhirnya panji-panji Islam lah yang akan tetap berkibar, seluruh kaum muslim akan bersatu dalam satu ikatan Ukhuwah Islamiyah di bawah kepemimpinan Khilafah. Keruntuhan negara besar (Amerika) sudah didepan mata sebagai mana yang diungkapkan salah satu tokoh muslim Amerika bahwa suatu saat akan ada kehancuran negara adikuasa dengan ditandai oleh kemunculan pasukan yang membawa bendera hitam (panji Umat Islam) dari arah Timur. Inilah saat dimana seluruh kaum Muslim bersatu dalam satu barisan tentara Allah yang akan menggempur dan menghancurkan kekuatan terbesar, dan akan mewujudkan sebuah Pemerintahan yang berada dibawah naungan Islam. Wallahu a’lam.

Palestina vs Israel

Sepekan sudah kebiadaban Zionis Israel meluluh lantakan kota Gaza, sudah 700 lebih nyawa rakyat Palestina terenggut, belum lagi rumah, tempat ibadah, rumah sakit dan fasilitas umum lainnya yang telah dihancurkan oleh kekejam tentara Israel. Ironis memang disaat masyarakat dunia tengah menjerit karena krisis global Israel malah dengan sombongnya memamerkan kekuatan senjatanya untuk menghancurkan sebuah kota kecil. muncul dalam benak kita ” Apa yang dinginkan oleh bangsa kera (Israel) ini?”. Kalau kita lihat lebih dalam alasan sebenarnya adalah bukan HAMAS yang ingin dihancurkan tapi umat Islam lah yang menjadi target (meskipun pada kenyataannya banyak non muslim yang menjadi korban). Memang ada pendapat dari beberapa tokoh masyarakat yang menyatakan bahwa konflik Palestina bukanlah konflik agama tapi murni tragedi kemanusiaan. Tapi kita harus ingat bahwa Israel (Yahudi) dan sekutunya sudah digariskan untuk menghancurkan kaum muslim dan menjadi penentang utama dalam kebijakan yang pro Islam.

Bagi sebagian umat Islam hal ini sebenarnya sudah diketahui jauh sebelumnya karena didalam AlQur’an sendiri sudah jelas bahwa orang Yahudi adalah golongan yang paling keras permusuhannya melawan kaum Muslim sebagaimana yang terkandung dalam salah satu ayat yang menerangkan bahwa:

“Sesungguhnya kalian pasti akan mendapati orang-orang yang paling        keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-        orang Yahudi dan orang-orang musyrik (QS Al-Maidah [5]:82)”.

Kita ingat bahawa ketika zaman Rasulullah SAW, Beliau pernah membersihkan kaum Yahudi ketika mereka mencoba untuk melecehkan seorang Muslimah, apakah hal ini tidak bisa kita jadikan sebagai teladan yang baik. Rasulullah saja berani bertindak cepat hanya karena seorang wanita yang dilecehkan oleh kaum yahudi, kenapa kita tidak berani bertindak ketika gerombolan bangsa kera melecehkan jutaan kaum Muslim Palestina yang diantaranya wanita dan anak-anak, belum cukupkah kita melihat air mata saudara-saudara kita, belum cukupkah kita melihat kaum Muslim Palestina dibantai. Semoga momen ini menjadi titik awal kebangkitan kaum Muslim sebagaimana yang telah dijanjiakan Allah kepada hamba-hambanya yang beriman. “Perlu engkau ketahui hai bangsa penjajah, sesungguhnya bukanlah hati Kaum Muslim palestina yang engkau sakiti dan bukan pula Muslim Paalestina yang engkau lecehkan, tetapi engkau telah menyakiti hati Kaum Muslim engkau telah menginjak-injak harga diri kaum muslim di seluruh dunia, perang yang engkau kobarkan kebencian yang engkau tebar adalah bara bagi kami untuk mengobarkan semangat jihad, semangat membela saudara kami dan semangat mebela agama kami (pen.).”

Ditengah keputus asaan yang mendera Muslim Palestina dan ditengah jeritan Rakyat palestina yang meminta perlindungan saudaranya, sungguh ironi sekali para pemimpin negara-negara Islam hanya berdiam diri dan bersembunyi di bawah ketiak bangsa penjajah (Amerika). Mereka takut untuk mengambil resiko, mereka takut dicap sebagai pemimpin yang membela kepentingan teroris. Ketakutan pemimpin Negara Islam sebenarnya merupakan hasil dari campur tangan Amerika dan sekutunya, bagaimana tidak selama ini Amerikalah yang telah membentuk dan membesarkan nama mereka dengan bentuk bantuan-bantuan sosial, ekonomi, dan pendidikan, sehingga para pemimpin Negara Islam tidak mau melawan negara yang telah membesarkan nama mereka. Sejauh ini memang ada usaha perdamaian yang diupayakan oleh negara-negara Islam bahkan oleh Uni Eropa melalui PBB, tapi itu tidaklah cukup karena sampai saat ini belum ada manfaat yang dapat dirasakan. PBB boleh mengeluarkan resolusi, bahkan puluhan atau ratusan resolusi untuk mennetang dan meminta Israel menghentikan agresinya, namun seperti yang kita ketahui PBB adalah lembaga yang merupakan kendaraan yang ditumpangi Amerika dan sekutunya untuk menghancurkan Umat Islam. Jadi apapun yang dihasilkan PBB tentu tidak akan jauh dari kepentingan Amerika beserta sekutunya dalam hal ini dengan mandulnya PBB maka kredibilitas lembaga tersebut perlu dipertanyakan.

Walaupun para pakar mengatakan kekuatan yang dimiliki HAMAS tidak sebanding dengan kekuatan yang dimiliki oleh Israel sehingga mustahil HAMAS (Kaum Muslim) mampu membendung kekuatan dari kecanggihan peralatan tempur yang dimiliki Israel. Secara Analisis mungkin HAMAS akan kalah, tapi kita jangan lupa bahwa apa yang terjadi di Afghanistan, Irak, Libanon dan negara-negara Islam lainnya yang menjadi sasaran kebengisan para penjajah dengan peralatan yang sederhana dan tentu kalah dalam jumlah tetapi mereka mampu membendung kekuatan Amerika yang tentu memakai peralatan super canggih dan jumlah tentara yang berkali-kali lipat. Jangan jauh-jauh bangsa ini (Indonesia) pun pernah merasakan bagaimana kekuatan bambu runcing mampu melawan senapan dan tank sehingga kita bisa merdeka (tetapi tidak secara ideologi).

Pada akhirnya panji-panji Islam lah yang akan tetap berkibar, seluruh kaum muslim akan bersatu dalam satu ikatan Ukhuwah Islamiyah di bawah kepemimpinan Khilafah. Keruntuhan negara besar (Amerika) sudah didepan mata sebagai mana yang diungkapkan salah satu tokoh muslim Amerika bahwa suatu saat akan ada kehancuran negara adikuasa dengan ditandai oleh kemunculan pasukan yang membawa bendera hitam (panji Umat Islam) dari arah Timur. Inilah saat dimana seluruh kaum Muslim bersatu dalam satu barisan tentara Allah yang akan menggempur dan menghancurkan kekuatan terbesar, dan akan mewujudkan sebuah Pemerintahan yang berada dibawah naungan Islam. Wallahu a’lam.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment